Perbedaan Individu

Destri Andini

11208460

3 EA10

  1. PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Manusia adalah mahluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang . sejak ratusan tahun sebelum Isa, manusia telah menjadi obyek filsafat, baik obyek formal yang mempersoalkan hakikat manusia maupun obyek material yang mempersoalkan manusia sebagai apa adanya manusia dengan berbagai kondisinya. Sebagaimana dikenal adanya manusia sebagai mahluk yang berpikir atau homo sapiens, mahluk yang berbuat atau homo faber, mahluk yang dapat dididik atau homo educandum dan seterusnya. Dalam kamus Echols & Shadaly (1975), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum. Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawa perubahan-perubahan apa saja yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Pada awal kehidupannya bagi seorang bayi mementingkan kebutuhan jasmaninya, ia belum peduli dengan apa saja yang terjadi diluar dirinya. Ia sudah senang bila kebutuhan fisiknya sudah terpenuhi. Dalam perkembangan selanjutnya maka ia akan mulai mengenal lingkungannya, membutuhkan alat komunikasi (bahasa), membutuhkan teman, keamanan dan seterusnya. Semakin besar anak tersebut semakin banyak kebutuhan non fisik atau psikologis yang dibutuhkannya.

  1. LANDASAN TEORI

 

  • Perbedaan Individu
  1. Konsumen dan Proses Pertukaran

Proses pertukaran yang terjadi dalam pemasaran melibatkan pertukaran sesuatu yang bernilai, yang diberikan oleh pelanggan untuk sesuatu yang bernilai yang di terima dari penjual. Sumber daya lain yang di gunakan seperti energi, mungkin digunakan untuk berbelanja dan konsumsi, tetapi uang, waktu dan perhatian merupakan yang utama. Contohnya dalam pasar tradisional seorang konsumen menukarkan uangnya dengan barang yang akan di butuhkan konsumen saat itu. Dalam sebuah organisasi, konsumen mungkin menukar waktu mereka sebagai sukarelawan, tenaga, pikiran atau bahkan uang untuk operasional organisasi tersebut. Sebenarnya perilaku konsumen tersebut ditentukan, dipaksa oleh sumber daya yang tersedia untuk di tukar oleh barang dan jasa yang ingin dijual.

B. Sumber Daya Ekonomi Konsumen

Keputusan konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat di pengaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi yang mereka punyai atau mungkin yang mereka punyai pada masa datang. Untuk menjadi seorang konsumen di perlukan uang sebagai alat tukar. Dalam era yang lebih awal di kenal barter, yaitu pertukaran barang yang lazim dilakukan. Barter masih digunakan dalam masyarakat kurang maju, contohnya saat ini barter masih digunakan di suku baduy dalam, dalam membarter sesuatu masyarakat baduy menukar barang yang mereka punya dengan barang yang mereka ingini, misalnya seseorang ingin menukar beras yang dimiliki dengan ayam atau kambing, mereka sudah mempunyai ukuran tertentu akan suatu barang yang di ingini. Dalam masa sekarang di kawasan urban, masyarakat menggunakan sumber daya ekonominya, seperti pendapatan serta kekayaan itu merupakan variabel pertama yang harus dianalisis didalam perilaku konsumen dalam pembelajaan untuk kategori makanan, pakaian, perumahan dan lain-lain (pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan sebagainya).

C. Sumber Daya Temporal

Waktu menjadi hal yang sangat penting dalam memahami perilaku konsumen karena banyak dari konsumen yang menghabiskan waktunya tiap minggu untuk bekerja rata- rata 8 jam setiap harinya sehingga mereka kahilangan waktu hanya sekedar untuk mengosongkan waktu untuk sekedar beristirahat. Walaupun demikina perilaku tersebut berhubungan dengan bagaimana orang menggunakan anggaran waktu mereka, kebanyakan dari mereka waktu dihabiskan untuk bekerja, tidur dan kewajiban lain. Namun ada bagian tertentu untuk kegiatan sangat pribadi yang disebut waktu senggang yang mencerminkan baik kepribadian maupun gaya hidup seseorang. Contohnya setelah lelah bekerja dari senin sampai jumat seorang pekerja membutuhkan penyekgaran di akhir minggu, entah berekreasi atau melakukan hal yang membuat mereka nyaman serta dapat melepaskan penat selama seminggu bekerja.

D. Sumber Daya Koqnitif

Sumber daya kognitif menggambarkan kapasitas mental yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan dalam pengolahan informasi. Ukuran kapasitas kerap digambarkan dalam instilah keratin, yang mewakili suatu pengelompokan atau kombinasi informasi yang dapat diolah sebagai suatu unit. Kapasitas kognitif dikenal sebagai perhatian, terdiri dari dua dimensi: arahan yang menggambarkan focus terhadap perhatian , serta intensitas yang mengacu pada jumlah kapasitas yang difokuskan pada arahan tertentu. Misalnya, saat melihat iklan produk kendaraan, konsumen memilih produk mana yang disukai mulai dari merek, jenis, serta hal-hal yang mendetail dari produk tersebut setelah mnemukan hal yang di ingini mereka segera membeli produk tersebut.

Menurut James F. Engel – Roger D. Blackwell – Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu :

  • Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
  • Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
  • Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.

Dalam aspek perkembangan individu, dikenal ada dua fakta yang menonjol, yaitu (i) semua diri manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan didalam pola perkembangannya, dan (ii) di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia – secara biologis dan social, tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif.

Makna “perbedaan” dan “perbedaan individual” menurut Lindgren (1980) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.

Adapun bidang-bidang dari perbedaannya yakni:

1. Perbedaan kognitif

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya.

2.Perbedaan kecakapan bahasa

Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbaha sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan serta faktor fisik (organ bicara).

3. Perbedaan kecakapan motorik

Kecakapan motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.

4. Perbedaan Latar Belakang

Perbedaaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan.

5. Perbedaan bakat

Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya.

6. Perbedaan kesiapan belajar

Perbedaan latar belakang, yang mliputi perbedaan sisio-ekonomi sosio cultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-anak pada umur yang sama tidak selalu berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam menerima pengaruh dari luar yang lebih luas.

  1. PENUTUP

Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Natur dan nature merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dari dua garis keluarga, yaitu garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Sejak terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru, maka secara berkesinambungan dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor lingkungan yang merangsang.

IV.  DAFTAR PUSTAKA

Engel, J F; Roger D B; Paul, W M. 1995. Perilaku konsumen jilid I. Jakarta : Binarupa Aksara.

http://edukasi.kompasiana.com

About andinicliquers

secret my life
This entry was posted in umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s